Kamis, 26 Juni 2008

25 HUTANG AIR MATA

Anugerah yang tersisa bagi pelaku dosa
Seorang hamba meskipun melakukan perbuatan dosa, maka Allah tetap akan menganugerahkan empat hal. Pertama, Allah tidak menutup jalan rejekinya. Kedua, Allah tidak mencabut kesehatan yang diberikan padanya. Ketiga, Allah tidak memperlihatkan rahasia dosanya di depan umum. Keempat, Allah tidak pula menyiksanya dengan segera di dunia, tetapi ditangguhkan agar dia bertaubat.
(Sa'ad bin Bilal ra)

Bram membaca artikel di sebuah majalah yang baru dibelinta. Hatinya tergetar. Apa yang tertulis di majalah itu sangat menyentuh hatinya. Betapa selama ini Allah telah memberikan anugerah itu padanya. Kecukupan materi yang melimpahi kehidupannya kini, kesehatan dan kedudukan sosial di masyarakat. Anugerah itulah yang kini tengah ia rasakan. Padahal bila menengok ke masa lalu, sungguh ia akan merasa malu. Getiran seorang pezina sungguh dahsyat merobek hatinya.

Kebodohan. Kekhilafan. Kesalahan. Dan entah apa namanya. Melemparnya ke jurang paling dalam. Pandangan hina dan kata-kata yang sungguh menusuk jiwa. Pahit yang mesti ditelannya.

Hatinya sungguh tak rela. Saat orang-orang menyalahkan dan menjelek-jelekkan bapak. Bapak yang selama ini sangat dihormatinya, dan juga dihormati warga di desanya. Bapak yang selama ini kata-katanya selalu didengar. Bapak yang selama ini sudah berbuat banyak, sangat ringan tangan dalam menolong warga yang membutuhkan bantuan. Bapak yang sangat sabar dan berhati setengah malaikat. Kenapa mereka menghujat bapak? Menyalahkan bapak? Dirinya yang berbuat salah, mengapa bapak yang menjadi korban?

Hatinya hancur saat melihat derai air mata ibu

Tidak ada komentar: